Ketika KH. Wahid Hasyim melepas jabatannya..

Ketika KH. Wahid Hasyim melepas jabatannya sebagai menteri agama pada tahun 1951, teman-teman beliau kecewa karena tidak lagi duduk di kabinet. Gus Wahid menjawab dengan tentang dan penuh riang: “tidak ada gunanya kecewa teman-temanku, saya masih bisa duduk di rumah saya. Ada beberapa kursi dan sebuah dipan panjang yang nyaman. Saya tinggal memilih,” lanjut abahnya Gusdur. Teman2nya tetap kecewa, mereka mengucap” Ya, tapi kami merasa kecewa karena pemerintahan tidak lagi menggunakan pemimpin kami. lantas Kiai Wahid menjawab:”Nah kalau pemerintah tidak memperoleh kemaslahatan dari diri saya, maka sayalah yang akan mendapatkan maslahat itu untuk diri saya sendiri. Begitu bijaknya jawaban KH. Wahid Hasyim, tokoh nasional, Coba bandingkan dengan pemimpin-pemimpin sekarang…

Cinta Tanah Air : Menjaga Kewarasan

Beberapa tempo yang lalu saya mendapat email dari seorang rekan saya, Mas Pranoto. Berhubung materinya terlalu bagus, terlalu sayang apabila hanya disimpan sendiri. Maka atas ijin beliau, saya copas materi tersebut disini ..

Saya termasuk jarang menonton TV,
Paling kalau nonton ya Kick Andy, Discovery atau NatGeo Nah, suatu saat, menemani istri yang sedang nonton, saya ikutan nonton
Ternyata ada acara peringatan 6 tahun sebuah acara gossip selebriti di TV

Terlihat kegembiraan di wajah pembawa gossip dan yang di gossip kan
Nampak senyum senyum mengikuti music dan acara anugerah berupa penghargaan
Ketika tiba saatnya acara penghargaan, saya kaget bin cenut cenut
Suara pembawa acara: Penghargaan untuk pasangan favorit dalam acara gossip ini, jatuh kepadaaaaaa
Si Fulan dan si Centiiiiil…..
Maka, melengganglah pasangan tadi dengan anggun diiringi music indah ke panggung menerima penghargaan
Semua orang bertepuk tangan gembira dan mengucapkan selamat

Kembali kepala saya berdenyut, tidak mampu mencerna
Apa yang membuat mereka layak di hargai ?
Apakah skandal, popularitas atau apalah yang membuat pasangan tersebut disuka ?
Apakah kalau menerima penghargaan, maka layak di jadikan panutan ?
Kalau tidak layak menjadi panutan, mengapa di beri penghargaan ?
Apakah dinegeri ini sudah tidak ada lagi orang yang layak di beri penghargaan kecuali menjadi biang gossip ?
Baca lebih lanjut

Selamat Hari Ibu, sodara-sodariku !

Selamat Hari Ibu !

Hari ini, kuhaturkan beribu terima kasih buat para Ibu, dan kaum wanita.

Oprah, dalam salah satu episodenya bercerita, “If u wanna see your country better, you should take care about girls better.”

Maksudnya gini, ibu adalah orangtua terdekat bagi anak. Gimana-gimana pendidikan bagi anak, ibulah yang paling berpengaruh.

Dan anak adalah generasi penerus dari suatu bangsa. Dan kelak, setiap anak gadis (girls) akan menjadi seorang ibu yang mendidik anak-anaknya. Karena itulah, perhatian bagi anak gadis harus lebih baik dari sekarang. Terutama pendidikan dan kesejahteraan.

Ya itu di US, dimana pendidikan dan kesejahteraan relatif lebih baik dari negeri kita.

Dimanapun, tugas dan tanggung jawab ibu itu berat. Dan bertambahnya usia zaman serta globalisasi membuat tugas seorang Ibu kini semakin berat lagi.

Dinegeri kita, dimana angka kemiskinan masih relatif lebih tinggi, wanita acapkali menjadi kaum yang paling miskin. Betapa tidak, dalam struktur budaya yang memberikan tuntutan besar kepada kaum wanita, terkadang mereka masih pula memperoleh beban tambahan, memberikan kontribusi ekonomi penopang keluarga.
Baca lebih lanjut