Cinta Tanah Air : Menjaga Kewarasan

Beberapa tempo yang lalu saya mendapat email dari seorang rekan saya, Mas Pranoto. Berhubung materinya terlalu bagus, terlalu sayang apabila hanya disimpan sendiri. Maka atas ijin beliau, saya copas materi tersebut disini ..

Saya termasuk jarang menonton TV,
Paling kalau nonton ya Kick Andy, Discovery atau NatGeo Nah, suatu saat, menemani istri yang sedang nonton, saya ikutan nonton
Ternyata ada acara peringatan 6 tahun sebuah acara gossip selebriti di TV

Terlihat kegembiraan di wajah pembawa gossip dan yang di gossip kan
Nampak senyum senyum mengikuti music dan acara anugerah berupa penghargaan
Ketika tiba saatnya acara penghargaan, saya kaget bin cenut cenut
Suara pembawa acara: Penghargaan untuk pasangan favorit dalam acara gossip ini, jatuh kepadaaaaaa
Si Fulan dan si Centiiiiil…..
Maka, melengganglah pasangan tadi dengan anggun diiringi music indah ke panggung menerima penghargaan
Semua orang bertepuk tangan gembira dan mengucapkan selamat

Kembali kepala saya berdenyut, tidak mampu mencerna
Apa yang membuat mereka layak di hargai ?
Apakah skandal, popularitas atau apalah yang membuat pasangan tersebut disuka ?
Apakah kalau menerima penghargaan, maka layak di jadikan panutan ?
Kalau tidak layak menjadi panutan, mengapa di beri penghargaan ?
Apakah dinegeri ini sudah tidak ada lagi orang yang layak di beri penghargaan kecuali menjadi biang gossip ?
Baca lebih lanjut

Iklan

Akar

Seingat saya, Mario Teguh dalam suatu sesi acaranya di Metro TV pernah berkisah,

“Alkisah, ada seorang anak yang telah hidup mapan dan berprofesi sebagai eksekutif muda sowan (bertandang) kerumah orangtuanya.

Setelah menginap semalam, pagi harinya, dia berangkat ke kantor, langsung dari rumah orang tuanya.

Sang Ibu yang penuh cinta melambainya, `Nak bawalah makan bekal makan siang ini`

`Tidak Ibu, terimakasih, aku bisa makan sendiri dikantor`, tolak sang anak yang merasa hidupnya telah mapan

`Makanan di rumah lebih sehat nak`

`Ah, tidak usah, Ibu, biar saya beli sendiri..`

Kemudian terjadilah dialog berbantahan antara sang anak dan ibunya yang berakhir dengan mengalahnya sang ibu pada kekukuhan sang anak.

Demikian kisah pagi itu. Sore harinya, sang anak memperoleh kabar bahwasanya sang Ibu tercinta telah meninggal dunia.”

Moral cerita ini, demikian Mario Teguh berkata, jangan pernah sia-siakan cinta orang tua. Waktu mereka terbatas, tak banyak.

Baca lebih lanjut

Pesimisme-Optimisme di pergantian tahun

Mungkin tak semua orang yang menutup 2008 dengan manis dan menyenangkan. Yeah, setidaknya, dan kurasa begitu. Krisis ekonomi yang melanda, banyak perusahaan yang nyaris gulung tikar, banyak ancaman PHK, meningkatnya life cost dan banyak cerita-cerita kelabu diseputaran negeri kita. (Thx to @jafis atas artikelnya)

Ndorokakung di blognya telah mengingatkan tentang satu point lagi, anak-anak dan pendidikan, yang kian menambah panjangnya deret awareness kita akan carut marutnya kondisi dinegeri ini.

Sementara itu ditingkat internasional, tragedi kemanusiaan akibat serangan biadab israel yang menewaskan banyak warga sipil (thx to @kappachan atas diskusinya), kasus kematian munir yang belum selesai dan memberikan berita mengejutkan diakhir tahun 2008 (Thx to @perempuanapi atas linknya),.. dsb dsb..
Baca lebih lanjut

Selamat Hari Ibu, sodara-sodariku !

Selamat Hari Ibu !

Hari ini, kuhaturkan beribu terima kasih buat para Ibu, dan kaum wanita.

Oprah, dalam salah satu episodenya bercerita, “If u wanna see your country better, you should take care about girls better.”

Maksudnya gini, ibu adalah orangtua terdekat bagi anak. Gimana-gimana pendidikan bagi anak, ibulah yang paling berpengaruh.

Dan anak adalah generasi penerus dari suatu bangsa. Dan kelak, setiap anak gadis (girls) akan menjadi seorang ibu yang mendidik anak-anaknya. Karena itulah, perhatian bagi anak gadis harus lebih baik dari sekarang. Terutama pendidikan dan kesejahteraan.

Ya itu di US, dimana pendidikan dan kesejahteraan relatif lebih baik dari negeri kita.

Dimanapun, tugas dan tanggung jawab ibu itu berat. Dan bertambahnya usia zaman serta globalisasi membuat tugas seorang Ibu kini semakin berat lagi.

Dinegeri kita, dimana angka kemiskinan masih relatif lebih tinggi, wanita acapkali menjadi kaum yang paling miskin. Betapa tidak, dalam struktur budaya yang memberikan tuntutan besar kepada kaum wanita, terkadang mereka masih pula memperoleh beban tambahan, memberikan kontribusi ekonomi penopang keluarga.
Baca lebih lanjut

Sepatu Punya Cerita

Mungkin akan agak ketinggalan momen bila saya posting mengenai incident (atau dagelan?) pelemparan sepatu oleh Muntadar al-Zaidi kepada Bush. Namun membaca di kappa dan ernita membuat saya ingin menulis juga.

Yang terpikir di kepala saya saat itu adalah, orang ini sudah gila atau gimana ..

Pertama, dia akan menghadapi resiko yang panjang. Diinterrogerasi, dicap kriminal, teroris, dipecat dari pekerjaan dan seterusnya..

Kedua, Bush yang datang kesana sebagai wakil masyarakat US. Kepala negara. Penghinaan kepadanya dapat menyebabkan perang antara kedua negara .. (engg.. perangnya udah dink 😛 Bush yang duluan yang nyolot malahan ..)

Ketiga, mau dibilang gimana, pelemparan sepatu tersebut adalah tindakan yang barbar dan tidak beradab. Bayangkan bagaimana perasaan orang yang dilempar barang tersebut ?

Namun dibalik itu, saya merasa surprise. Jujur saya dongkol melihat keangkuhan Bush tempohari saat menggempur Iraq. Iraq adalah sebuah negara yang berdaulat. Dan bisa diartikan serangan tersebut adalah sebuah invasi. Kemudian, bagaimana dengan korban yang berjatuhan ? Janda, dan anak-anak yatim piatu yang tercipta karenanya.

Bahkan, itu adalah sebuah keputusan barbar, yang membuat US (terpaksa) terlibat didalamnya.

Tak hanya korban di pihak Iraq yang berjatuhan, ribuan serdadu US pun tewas sia-sia akibat keputusan barbar tersebut. Yeah, soldiers die while politician speaks.

Surprise juga bahwanya ternyata lecutan kemarahan Muntadar al-Zaidi tersebut mendapat banyak simpati. Tak hanya di Iraq, bahkan dinegeri Uncle Sam sendiri ..
Baca lebih lanjut

Mengejar Mimpi

Terkadang, kita dituntut untuk selalu berprestasi besar, dalam hidup. Dan mungkin dalam pekerjaan. Atau juga mungkin tuntutan itu malah datang dari dalam diri kita sendiri. Atau bahkan, oleh keadaan. Untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dihari esok.

Kita yang saat ini mungkin tidaklah sebesar diri kita yang kita rencanakan esok. Tak apa, dengan berencana dan bercita-cita agar menjadi lebih baik dari yang sekarang, sesungguhnya tak semua orang bisa. Tak semua orang berani bermimpi besar.

Tak percaya ? Hehe.. ya saya juga. Namun pada akhirnya saya sempat bertemu beberapa orang yang tak punya impian. Bagiku, ini menyedihkan sekali. Definisi hari esok bagi mereka adalah sama dengan hari ini. Namun tak bisa disalahkan, mungkin keadaan yang mendidik mereka bersikap seperti itu.

Ya, untuk menjadi sesuatu yang lebih baik, kita harus memiliki sebuah gambaran tentang hal itu dimasa depan. Sebuah impian untuk dikejar. Hmm.. mungkin saya terlalu terpengaruh dengan NLP ? That’s fine for me haha.. 😀
Baca lebih lanjut

Boyongan Blog Lagi ..

Seingat saya, alamat blog ini sudah saya pesan sejak tahun 2005 lalu. Sekarang sudah 2008, mana udah bulan desember lagi. Nyaris 4 tahun berlalu. Lama ya ? Dan selama itu halaman ini nganggur. Mubazir. Saya belum ada ilham mau diisi apa .. hehe.. 😀 Hanya pesan alamat saja saat itu. Diisi juga cuman sekali-sekali, dan itupun kebanyakan copy paste.

Tahun 2005 itu blog saya masih berdomisili di http://doeljoni.sysadmin.or.id. Hostingnya numpang dikantor lama saya. Servernya make openbsd dengan hardware lama keluaran HP yang memorynya cuman 128 MB.

Sampai akhirnya saya pindahan ke http://doeljoni.blogsome.com. Terus pindah lagi ke http://roedjaktjingoer.co.cc

Dan sekarang, saya pindah lagi, kesini https://doel.wordpress.com

Kali ini saya niatin deh ngisinya ..
Baca lebih lanjut