tolonglah, meskipun bukan seagama

Seorang sahabat saya menuliskan sebuah posting yang menarik :

Sahabat Bilal bercerita :

suatu ketika saya bersama nabi di rumah Abu bakar di mekah, terdengar suara pintu diketuk.. saat kubuka pintu itu, terlihat seorang lelaki nashrani berdiri dan menyapa : “apakah muhammad ada di sini?”.. “ya” jawabku.. lalu lelaki itu kupersilahkan masuk untuk bertemu nabi

lelaki itu pun berkata kepada nabi “hai muhammad, kau menganggap dirimu utusan Allah, jika itu benar, maka tolonglah aku dari orang yang telah menganiaya aku”

“siapa yang menganiaya dirimu?” nabi bertanya..

lelaki itu menjawab “abu jahal bin hisyam, dia telah mengambil semua hartaku”

beranjaklah nabi muhammad menuju ke tempat abu jahal, kami ingin mencegahnya dengan mengatakan “ya rasul, sekarang abu jahal pasti sedang tidur siang, jika anda datang kepadanya sekarang dia pasti akan marah besar dan akan mencelakai anda”
Baca lebih lanjut

Iklan

Pesantren, Jihad, Teror

Oleh: A. Mustofa Bisri

SEBAGAI orang yang dibesarkan di pesantren, sama sekali saya tidak kaget mendengar pesantren dikait-kaitkan oleh pejabat tinggi negeri ini dengan teroris. Kita maklum belaka atas kebiasaan berpikir lugu kebanyakan petinggi kita yang gampang mengait-ngaitkan masalah dan suka dengan spontan menunjuk-nunjuk pihak lain. Inilah cara yang paling sederhana untuk menghindar dari dan sekaligus menunjukkan tanggung jawab. Bahkan, saya tidak kaget kalau spontanitas sederhana pejabat tinggi itu kemudian menjadi semacam kebijaksanaan yang diikuti membabi-buta oleh awahan-bawahannya. Saya juga tidak kaget kalau pada gilirannya pers meramai-kembangkan hal itu.

Boleh jadi petinggi yang bersangkutan memang mendengar pengakuan salah satu atau beberapa pelaku teror yang tertangkap, atau melihat dokumen yang ditemukan yang menunjukkan bahwa ada tersangka teroris yang mengaku jebolan pesantren. Apalagi, bila pejabat tinggi itu termasuk yang termakan opini bahwa sumber teror adalah dari pemahaman ajaran Islam. Maka, pesantren yang diketahui merupakan tempat pendidikan agama Islam akan tampak logis dijadikan kambing hitam.

Saya yakin semua orang tahu bahwa saat ini jenis pesantren banyak sekali. Bahkan, -seiring banyaknya kiai tiban (kiai instan, Red)- banyak pula pesantren tiban. Dan, pesantren yang disebut salaf -katakanlah pesantren yang ‘asli’- baik yang kemudian menamakan diri sebagai pesantren modern atau yang disebut orang tradisional, sudah memiliki jati diri sendiri yang tidak mudah dikagetkan oleh kepanikan orang -termasuk pejabat yang panikan.

Baca lebih lanjut

Negeri Sufi

Forward dari milis sufi. Sebuah posting dari Mas Lukman

Di luar langit sana, tiba-tiba bumi mengepulkan asap hitam. Tampak seperti bola hitam yang meruak ke angkasa. Boleh jadi, itulah meteor siang bolong, yang sedang melesat, mengikuti edarnya.

Lalu di sebuah surau desa terpencil yang terbuat dari anyaman bambu, dua sosok masih bersila saling berhadapan, sembari mengepulkan asap rokok. “Negeri ini sedang berguncang, sebagaimana yang kita lihat dalam riak gelombang lautan,” kata Mat Salik.

“Apanya yang aneh?” tanya Syamsuddin.
“Lho, apa sampean tidak merasa asing?”
“Saya kira kok biasa-biasa saja”
“Maksudnya?”
“Lho iya, bukankah semua itu sudah jadi watak dunia. Selama kita hidup di dunia, ya selalu begitu, tak henti-hentinya?”
Dua orang itu kemudian terdiam. Masing-masing menerawang ke angkasa. Bintang-bintang kecil bertaburan, lalu segerombol bintang membentuk lingkaran yang saling tarik menarik, seperti misteri huruf Hamzah dalam jajaran huruf Hijaiyah.

Baca lebih lanjut

Mohon Maaf Lahir Batin

Bismillahirrohmanirrohim

Assalammu’alaikum warrohmatullohi wabarakaatuh.

Baik bicara, tulisan, maupun pikiran
Baik yang tercetus maupun cuman sekadar lintasan pikiran
Selama kita berteman, pastilah ada khilaf yang sempat membuat hati rekan tak enak, tak suka

Di penghujung Romadlon ini, kiranya sudilah rekan-rekan semua memaafkan saya.

TAQOBALALLOHU MINNA WA MINKUM
TAQOBAL YA KARIM

MINAL AIDIN WAL FAIZIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1426H

Alhamdulillahirobbil’alamin
Wasalamu alaikum wr.wb.