tolonglah, meskipun bukan seagama

Seorang sahabat saya menuliskan sebuah posting yang menarik :

Sahabat Bilal bercerita :

suatu ketika saya bersama nabi di rumah Abu bakar di mekah, terdengar suara pintu diketuk.. saat kubuka pintu itu, terlihat seorang lelaki nashrani berdiri dan menyapa : “apakah muhammad ada di sini?”.. “ya” jawabku.. lalu lelaki itu kupersilahkan masuk untuk bertemu nabi

lelaki itu pun berkata kepada nabi “hai muhammad, kau menganggap dirimu utusan Allah, jika itu benar, maka tolonglah aku dari orang yang telah menganiaya aku”

“siapa yang menganiaya dirimu?” nabi bertanya..

lelaki itu menjawab “abu jahal bin hisyam, dia telah mengambil semua hartaku”

beranjaklah nabi muhammad menuju ke tempat abu jahal, kami ingin mencegahnya dengan mengatakan “ya rasul, sekarang abu jahal pasti sedang tidur siang, jika anda datang kepadanya sekarang dia pasti akan marah besar dan akan mencelakai anda”

beliau tak mengindahkan perkataan kami, dan tetap melanjutkan langkahnya menuju rumah abu jahal, mengetuk pintunya dengan wajah memerah (marah)

sesaat abu jahal membuka pintu, dengan tergesa dia mengatakan “masuklah.. kenapa tak kau utus aku saja utuk mendatangimu?”

nabi menjawab “kau telah mengambil harta lelaki ini, maka kembalikanlah!!”

“untuk inikah kau datang padaku? andai saja kau mengutus seseorang pasti akan segera kukembalikan, tak perlu kau sendiri yang datang” jawab abu jahal menyela

nabi langsung menjawab “jangan kau perpanjang urusan ini..!! segeralah kembalikan hartanya..!!”

abu jahal mengutus pembantunya “ambilkan semua hartanya, kembalikan kepadanya”

setelah menerima harta tersebut, nabi bertanya kepada lelaki itu “sudahkah kau terima semua hartamu?” lelaki itu menjawab “tinggal satu yang belum, wadah dari besi” kemudian nabi memerintahkan abu jahal mengembalikan wadah tersebut

mati matian abu jahal mencari wadah tersebut namun tak ketemu juga, dia menggantinya dengan wadah yang lebih bagus demi ikhlasnya si lelaki tersebut

setelah nabi berlalu, istri abu jahal menggerutu “kau memperlihatkan tawadlu’mu, hormat dan tundukmu kepada anak yatim abi tholib dengan sepenuhnya”

abu jahal menjawab “andai saja kau melihat apa yang aku lihat, kau tak akan berkata demikian, aku melihat di kedua pundaknya macan yang siap menerkam jika aku ingin mengatakan TIDAK kepada muhammad, karena itulah aku tunduk kepadanya”

ketika lelaki itu mendengar apa yang dikatakan abu jahal, bergegaslah ia kepada nabi dan berkata “hai muhammad, engkau benar benar rasul Allah, agamamu adalah agama sebenar”

masuklah ia ke dalam islam, dan bagus islamnya.. (zabadatul wa’idzin)

hal tersebut diperoleh dengan barokahnya menolong orang yang dianiaya, meskipun teraniaya bukan seagama

Iklan