Akar

Seingat saya, Mario Teguh dalam suatu sesi acaranya di Metro TV pernah berkisah,

“Alkisah, ada seorang anak yang telah hidup mapan dan berprofesi sebagai eksekutif muda sowan (bertandang) kerumah orangtuanya.

Setelah menginap semalam, pagi harinya, dia berangkat ke kantor, langsung dari rumah orang tuanya.

Sang Ibu yang penuh cinta melambainya, `Nak bawalah makan bekal makan siang ini`

`Tidak Ibu, terimakasih, aku bisa makan sendiri dikantor`, tolak sang anak yang merasa hidupnya telah mapan

`Makanan di rumah lebih sehat nak`

`Ah, tidak usah, Ibu, biar saya beli sendiri..`

Kemudian terjadilah dialog berbantahan antara sang anak dan ibunya yang berakhir dengan mengalahnya sang ibu pada kekukuhan sang anak.

Demikian kisah pagi itu. Sore harinya, sang anak memperoleh kabar bahwasanya sang Ibu tercinta telah meninggal dunia.”

Moral cerita ini, demikian Mario Teguh berkata, jangan pernah sia-siakan cinta orang tua. Waktu mereka terbatas, tak banyak.

*********

Aku rasa, betapa beruntungnya mereka yang tinggal dikelilingi oleh akar mereka (dalam hal ini orangtua, keluarga dan bahkan kakek serta nenek mereka). Menyadari bahwasanya mereka dikelilingi cinta dan kasih sayang yang membuat mereka eksis hingga saat ini. Menyadari bahwasanya keterkaitan sejarah, dan sejauh apa perjalanan keluarga hingga kini, akan membuat kita lebih bijak dalam memahami diri kita, baik sebagai individu maupun seorang makhluk yang disebut manusia.

Ya, itu adalah hal yang tak ternilai dengan materi apapun.

Namun terkadang kita benar-benar terbentur keterbatasan dalam memilih dimana kita akan hidup, kapan kita harus berada, bagaimana kita membagi waktu dengan mereka. Tak mudah. Tak semua orang memiliki kemudahan seperti itu.
Hingga perlahan tapi pasti, kedekatan dengan akar kita semakin menjauh, terpisah oleh jarak dan waktu.. dan juga kesempatan serta biaya.

*********

Akarkupun jauh. Ada disebelah barat pulau. Kami diujung lainnya lagi. Sementara, kakek sudah lama wafat tanpa sempat mengajakku berkenalan dengan saudara-saudaranya.

Dan seumur hidup, aku cuman bertemu satu kali dengan adik dari kakekku. Eyang Tiwi, begitu aku memanggilnya. Beliau ibarat versi female dari Kakekku, laksana berbagi imagi. Orangnya murah senyum dan terlihat sehat diusianya yang mendekati 90-an. Tawanya begitu renyah dan riang, apalagi saat kami berkunjung padanya empat tahun yang lalu.

Rasanya aku seperti Fairy knight yang pulang ke Mother Tree Mana.. bertemu dengan akar, root dari diriku.. Entahlah aku tak tahu kata apa yang harus kupilih untuk menceritakannya .. Kerinduan akan sebuah konsep `pulang` , `kampung halaman` ? Mungkin .. Ya, keluarga kami ibarat perantauan di timur pulau ini, 700 km lebih terpisah dari para `akar`.

Saat itu aku cuman tersenyum dan tersenyum, tak banyak cerita, lebih banyak mendengarkan beliau bercerita tentang masa lalunya. Dan aku menikmati kembali tawa renyahnya..

*********

Sungguh seandainya momen itu bisa kumanfaatkan lebih baik lagi ..

*********

Selamat jalan Eyang Tiwi … Sang Khalik telah memanggilmu berpulang… Damailah disisiNYA..
Sesungguhnya semua yang berasal dari NYA akan kembali padaNYA
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun …
Semua amal baikmu, semoga diterima disisiNYA.. amiin

Iklan

24 thoughts on “Akar

  1. sekarang, aku sempatkan sesering mungkin pulang, berlagak sebagai anak kecil lagi dirumah. menerima semua ‘suapan’ mereka.

    *selamat jalan Eyang Tiwi

  2. selanjutnya kesempatan tak akan pernah berpulang
    cinta kasih sayang orang tua takkan pernah menghilang dan takkan lekang
    alangkah menyesalnya jika satu kesempatan bekal itu terlewat
    bahkan jika kita maknai dengan mendalam cerita di atas sangat sarat pesan
    terimakasih dan turut berduka
    salam hormat saya

  3. Turut berduka 😦

    `Sungguh hal tersebut merupakan ayat yang nyata jika kita menyadarinya…`

    Semoga diterima di sisi-Nya, Amin.

  4. Turut berduka atas berpulangnya eyang Tiwi. Semoga beliau diterima disisiNya
    Kenyataan yg bakal kita semua hadapi.. ditinggalkan orang2 yg kita sayang dan menyayangi kita (spt aku) 😦

  5. Turut berduka cita ya.. 😦
    Hmm.. semoga perantauanmu jauh dari ‘akar’ berbuah baik

    *anak rantau juga*

  6. turut berduka cita juga
    meski kamu gak tau siapa aku–aku juga gitu, tapi sebaiknya jangan terlarut dalam kesedihan dan yang terpenting jangn menghapus kenangan akan mereka…

  7. semua ada hikmahnya…
    dan berbahagialah orang yg selalu berpikir,menganalisa dan introspeksi diri atas semua yg telah dia lakukan…

  8. turut berduka, dan

    paling tidak dirimu masih ingat akan akarmu. orang lain mungkin banyak yg sudah lupa pd akarnya, terlebih di jaman dg kadar individualistik yg makin kental ini

  9. Ikut berduka cita untuk eyang. Semoga beliau diterima disisiNya, diberi tempat terbaik.
    Beharap rien punya kesiapan yang sama untuk menghadapi perpisahan serupa, perpisahan dengan orang2 yang rien cintai, maupun perpisahan diri sendiri dari dunia ini.

    Btw mohon maaf mas, sudah dibaca langsung ketika dishare di plurk. Tapi krn menggunakan Opera mini jadi agak riweuh dan memilih untuk menunggu layar lebar.. baru sempat menapak hari ini. Semoga mas dan family diberi pengganti yang lebih baik lg.

  10. @Jiewa @Treante @Reina Lunarrune @jafis @ Rian Xavier @pinkparis @nita :
    thx my friend .. tengkyu ..

    @Rienayesha : makasih Rin .. it’s okay & gpp koq

    @ichanx : thx ya ichanx

  11. Assalamu’alaikum…

    SubhanaLLoh, merinding aku mas bacanya… Turut berduka cita ya mas. Aku juga kehilangan babe sejak tahun 1992, sekarang udah nda punya nenek / kakek lagi, udah diambil semuanya. Yahhh mungkin mereka lebih tenang disana, mudah2an diberikan tempat yang paling akhsan untuk mereka, untuk semuanya yang kalo dikasih perintah cd .. cd .. cd .. cd .. dan seterusnya. Tinggal sekarang bundaku yang masih jadi fighter sejati, masih ngurusin toko di Jogja dan ga mau disuruh berhenti untuk menikmati masa tuanya, mungkin beliau lebih menikmati kerja keras dalam hidupnya. (I Love U mom (because Alloh , assuredly), I Love U more than I can write, I can talk even with U)

    @All
    Mudah2an di Jannah nanti kita semua dikumpulkan bersama orang2 yang kita cintai oleh Illahi Robbi.
    @bang dadan
    Maaf malah jadi banyak gitu komennya 😦

    Wassalam…

  12. @andri : Ibu yang sangat luar biasa. Sampaikan salam hormat nan takzim ku untuk beliau..
    Amiiin.. semoga kita semua dikumpulkan bersama orang2 yang kita cintai oleh Alloh..
    Thx ya udah bersedia datang dan komen 😀

Komentar ditutup.