Mengejar Mimpi

Terkadang, kita dituntut untuk selalu berprestasi besar, dalam hidup. Dan mungkin dalam pekerjaan. Atau juga mungkin tuntutan itu malah datang dari dalam diri kita sendiri. Atau bahkan, oleh keadaan. Untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dihari esok.

Kita yang saat ini mungkin tidaklah sebesar diri kita yang kita rencanakan esok. Tak apa, dengan berencana dan bercita-cita agar menjadi lebih baik dari yang sekarang, sesungguhnya tak semua orang bisa. Tak semua orang berani bermimpi besar.

Tak percaya ? Hehe.. ya saya juga. Namun pada akhirnya saya sempat bertemu beberapa orang yang tak punya impian. Bagiku, ini menyedihkan sekali. Definisi hari esok bagi mereka adalah sama dengan hari ini. Namun tak bisa disalahkan, mungkin keadaan yang mendidik mereka bersikap seperti itu.

Ya, untuk menjadi sesuatu yang lebih baik, kita harus memiliki sebuah gambaran tentang hal itu dimasa depan. Sebuah impian untuk dikejar. Hmm.. mungkin saya terlalu terpengaruh dengan NLP ? That’s fine for me haha.. 😀

Butuh sebuah energi yang besar untuk berpikir out of the box. Berpikir di luar pola pikir kita sehari-hari. Butuh sebuah keberanian untuk menetapkan sebuah mimpi, sebuah target. Layaknya sebuah atom yang ingin keluar dari orbitnya, dibutuh energi eksitasi yang luar biasa besarnya. Kita pun juga seperti analogi tersebut. Setidaknya, dari sudut pandangku.

Dan kemudian, butuh energi yang lebih besar lagi untuk berkomitment mewujudukan mimpi, rencana, target maupun goal tersebut. Baik waktu, biaya, pemikiran dan masih banyak lagi. Teguh dan pantang putus asa. Disini, kesabaran dan kejelian diuji habis-habisan.

Selanjutnya, butuh energi yang jauh lebih besar lagi dalam sebuah penyelesaian target, goal, perencanaan, finalisasi sebuah realisasi impian. Haha.. sulit ya ? Namun tanpa itu semua tak akan ada pesawat terbang dari Wright bersaudara, tak akan ada prestasi-prestasi Edison, dan seterus.

Disini, mimpi, komitmen dan kesabaran bersinergi menuju sebuah pencapaian, prestasi.

Yang kita perlukan adalah stand up and fight. Maju terus dan pantang mundur, namun jangan lupakan strategi. Just do it, jangan terlalu banyak analisa, demikian kata rekan saya, oom @didinu

Passion dan gairah adalah katalisatornya. Hal yang mempercepat terjadinya proses, hal yang membuat api semangat ‘perjuangan’ itu berkobar. Thanks to my friend @kappachan yang telah mengingatkan hal ini.

Permasalahannya kemudian adalah bagaimana memanage agar passion, gairah maupun api semangat itu berkobar ? Mungkin jawabannya, seperti yang @kappachan bilang, kepuasan jiwa. Lakukan hal yang terbaik dan lampiaskan/ekspresikan diri sebaik-baiknya disitu. Dan ini tidak jauh-jauh dari kebutuhan puncak dari eksistensi manusia, aktualisasi diri (CMIIW). Berhubungan erat sekali.

Dibalik itu semua, nikmatilah proses. Karena hidup tak hanya terpaku pada sebuah titik yang disebut sebagai ‘hasil’. Hasil adalah akibat dari proses (oom @didinu). Karena itu nikmatilah proses dan lakukan dengan sebaik-baiknya. Libatkan hati dan emosi. Komponen – komponen itu juga sangat menunjang. Jadi, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar, kata Aa’ Gym. Tak mudah memang, dan memang tak ada yang mudah di dunia orang dewasa (@didinu).

So, take it easy. Dream on, enjoy the process, give your best shot !
Terimakasih atas diskusinya, kap, oom didinu dan yang lain.

Iklan

10 thoughts on “Mengejar Mimpi

  1. Disini, mimpi, komitmen dan kesabaran bersinergi menuju sebuah pencapaian, prestasi.(setuju sekali senpai ^^)

  2. hahaha… sama dong bos ..
    terkadang prosesnya lebih melenakan ..
    mirip orang ngejer layangan jatuh .. lebih seru ngejernya ketimbang setelah dapetnya ..
    paling juga diberikan ke tetangga

  3. wah, tulisan reflektif yang memotivasi, mas doel. saya sepakat banget nih dg postingan ini. upaya utk mencapai harapan dan impian di hari esok mesti dilandasi semangat dan energi besar utk mewujudkannya. tak ada sukses yang bisa diraih hanya dg bertopang dagu dan duduk mangu2, hiks.

  4. @sawali
    makasih pak sawali telah sudi mampir ..

    tulisan tersebut masih berupa idealisme buat saya. realisasi dan `the current me` masih banyak gap ..

    masih dalam perjalanan ..

  5. wow aagym banget…. kemaren sempat bedebat juga dengan teman gara2 nikmati proses itu 😀 hehehe

    (doh) apalagi saya mas….. donnu why, kayak hidup mengalir aja 😀

  6. Dan itu yang sesekali membayangi rien, kemauan yang sering kalah dengan kenyataan. Prioritas yang harus direarrange berulang2. Juga semangat yang tak selalu bertahan.
    Berusaha mencapai aktualisasi diri memang jawabannya -setidaknya rien juga berpandangan begitu- dan untuk itu.. kita perlu sahabt, mereka yang tak akan berhenti mengingatkan kita bahwa kita sedang ditengah proses itu..

Komentar ditutup.