Sepatu Punya Cerita
Mungkin akan agak ketinggalan momen bila saya posting mengenai incident (atau dagelan?) pelemparan sepatu oleh Muntadar al-Zaidi kepada Bush. Namun membaca di kappa dan ernita membuat saya ingin menulis juga.
Yang terpikir di kepala saya saat itu adalah, orang ini sudah gila atau gimana ..
Pertama, dia akan menghadapi resiko yang panjang. Diinterrogerasi, dicap kriminal, teroris, dipecat dari pekerjaan dan seterusnya..
Kedua, Bush yang datang kesana sebagai wakil masyarakat US. Kepala negara. Penghinaan kepadanya dapat menyebabkan perang antara kedua negara .. (engg.. perangnya udah dink
Bush yang duluan yang nyolot malahan ..)
Ketiga, mau dibilang gimana, pelemparan sepatu tersebut adalah tindakan yang barbar dan tidak beradab. Bayangkan bagaimana perasaan orang yang dilempar barang tersebut ?
Namun dibalik itu, saya merasa surprise. Jujur saya dongkol melihat keangkuhan Bush tempohari saat menggempur Iraq. Iraq adalah sebuah negara yang berdaulat. Dan bisa diartikan serangan tersebut adalah sebuah invasi. Kemudian, bagaimana dengan korban yang berjatuhan ? Janda, dan anak-anak yatim piatu yang tercipta karenanya.
Bahkan, itu adalah sebuah keputusan barbar, yang membuat US (terpaksa) terlibat didalamnya.
Tak hanya korban di pihak Iraq yang berjatuhan, ribuan serdadu US pun tewas sia-sia akibat keputusan barbar tersebut. Yeah, soldiers die while politician speaks.
Surprise juga bahwanya ternyata lecutan kemarahan Muntadar al-Zaidi tersebut mendapat banyak simpati. Tak hanya di Iraq, bahkan dinegeri Uncle Sam sendiri ..
Baca entri selengkapnya »
Mengejar Mimpi
Terkadang, kita dituntut untuk selalu berprestasi besar, dalam hidup. Dan mungkin dalam pekerjaan. Atau juga mungkin tuntutan itu malah datang dari dalam diri kita sendiri. Atau bahkan, oleh keadaan. Untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dihari esok.
Kita yang saat ini mungkin tidaklah sebesar diri kita yang kita rencanakan esok. Tak apa, dengan berencana dan bercita-cita agar menjadi lebih baik dari yang sekarang, sesungguhnya tak semua orang bisa. Tak semua orang berani bermimpi besar.
Tak percaya ? Hehe.. ya saya juga. Namun pada akhirnya saya sempat bertemu beberapa orang yang tak punya impian. Bagiku, ini menyedihkan sekali. Definisi hari esok bagi mereka adalah sama dengan hari ini. Namun tak bisa disalahkan, mungkin keadaan yang mendidik mereka bersikap seperti itu.
Ya, untuk menjadi sesuatu yang lebih baik, kita harus memiliki sebuah gambaran tentang hal itu dimasa depan. Sebuah impian untuk dikejar. Hmm.. mungkin saya terlalu terpengaruh dengan NLP ? That’s fine for me haha.. ![]()
Baca entri selengkapnya »
Boyongan Blog Lagi ..
Seingat saya, alamat blog ini sudah saya pesan sejak tahun 2005 lalu. Sekarang sudah 2008, mana udah bulan desember lagi. Nyaris 4 tahun berlalu. Lama ya ? Dan selama itu halaman ini nganggur. Mubazir. Saya belum ada ilham mau diisi apa .. hehe..
Hanya pesan alamat saja saat itu. Diisi juga cuman sekali-sekali, dan itupun kebanyakan copy paste.
Tahun 2005 itu blog saya masih berdomisili di http://doeljoni.sysadmin.or.id. Hostingnya numpang dikantor lama saya. Servernya make openbsd dengan hardware lama keluaran HP yang memorynya cuman 128 MB.
Sampai akhirnya saya pindahan ke http://doeljoni.blogsome.com. Terus pindah lagi ke http://roedjaktjingoer.co.cc
Dan sekarang, saya pindah lagi, kesini http://doel.wordpress.com
Kali ini saya niatin deh ngisinya ..
Baca entri selengkapnya »
Pesantren, Jihad, Teror
Oleh: A. Mustofa Bisri
SEBAGAI orang yang dibesarkan di pesantren, sama sekali saya tidak kaget mendengar pesantren dikait-kaitkan oleh pejabat tinggi negeri ini dengan teroris. Kita maklum belaka atas kebiasaan berpikir lugu kebanyakan petinggi kita yang gampang mengait-ngaitkan masalah dan suka dengan spontan menunjuk-nunjuk pihak lain. Inilah cara yang paling sederhana untuk menghindar dari dan sekaligus menunjukkan tanggung jawab. Bahkan, saya tidak kaget kalau spontanitas sederhana pejabat tinggi itu kemudian menjadi semacam kebijaksanaan yang diikuti membabi-buta oleh awahan-bawahannya. Saya juga tidak kaget kalau pada gilirannya pers meramai-kembangkan hal itu.
Boleh jadi petinggi yang bersangkutan memang mendengar pengakuan salah satu atau beberapa pelaku teror yang tertangkap, atau melihat dokumen yang ditemukan yang menunjukkan bahwa ada tersangka teroris yang mengaku jebolan pesantren. Apalagi, bila pejabat tinggi itu termasuk yang termakan opini bahwa sumber teror adalah dari pemahaman ajaran Islam. Maka, pesantren yang diketahui merupakan tempat pendidikan agama Islam akan tampak logis dijadikan kambing hitam.
Saya yakin semua orang tahu bahwa saat ini jenis pesantren banyak sekali. Bahkan, -seiring banyaknya kiai tiban (kiai instan, Red)- banyak pula pesantren tiban. Dan, pesantren yang disebut salaf -katakanlah pesantren yang ‘asli’- baik yang kemudian menamakan diri sebagai pesantren modern atau yang disebut orang tradisional, sudah memiliki jati diri sendiri yang tidak mudah dikagetkan oleh kepanikan orang -termasuk pejabat yang panikan.
Negeri Sufi
Forward dari milis sufi. Sebuah posting dari Mas Lukman
Di luar langit sana, tiba-tiba bumi mengepulkan asap hitam. Tampak seperti bola hitam yang meruak ke angkasa. Boleh jadi, itulah meteor siang bolong, yang sedang melesat, mengikuti edarnya.
Lalu di sebuah surau desa terpencil yang terbuat dari anyaman bambu, dua sosok masih bersila saling berhadapan, sembari mengepulkan asap rokok. “Negeri ini sedang berguncang, sebagaimana yang kita lihat dalam riak gelombang lautan,” kata Mat Salik.
“Apanya yang aneh?” tanya Syamsuddin.
“Lho, apa sampean tidak merasa asing?”
“Saya kira kok biasa-biasa saja”
“Maksudnya?”
“Lho iya, bukankah semua itu sudah jadi watak dunia. Selama kita hidup di dunia, ya selalu begitu, tak henti-hentinya?”
Dua orang itu kemudian terdiam. Masing-masing menerawang ke angkasa. Bintang-bintang kecil bertaburan, lalu segerombol bintang membentuk lingkaran yang saling tarik menarik, seperti misteri huruf Hamzah dalam jajaran huruf Hijaiyah.




