the world, in my point of view

go go go

Review : “Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan” (1)

with 32 comments

Bung Hatta

Bung Hatta

Saya ingin menuliskan review mengenai sebuah buku tentang tokoh yang luarbiasa. Judulnya adalah “Bung Hatta – Pribadinya dalam kenangan”. Buku ini disunting oleh sang putri tercinta Bung Hatta, Meutia Farida Swasono. Serta diterbitkan oleh penerbit Sinar Harapan dan Universitas Indonesia.

Seperti yang disarankan oleh rekan-rekan di plurk (terutama Koen), besar kemungkinan review ini akan ditulis secara serial… :D no promise :D

Buku ini dimulai dari catatan-catatan keluarga terdekat Bung Hatta. Tak heran, keluarga sebagai satuan terkecil sebuah negera. Pembahasan seorang tokoh besar kenegaraan akan mudah dicerna bila dimulai dari satuan keluarga terlebih dahulu. Ini menurut saya.

Kita akan lebih mudah mengenal sosok Bung Hatta secara pribadi, apa yang dipikirkan dan dirasakan, bagaimana menangani keluarga dan anak-anaknya. Bagaimana memberikan contoh teladan, menyelenggarakan lingkungan keilmuan bagi anak-anaknya sejak kecil, memberikan praktek disiplin dan jiwa besar,.. dan masih banyak lagi.

Saya belum khatam membaca buku ini, baru 10 artikel dari BAB 1 ( Total ada 5 BAB ). Sebelumnya, saya pikir saya sudah menghabiskan 10 BAB haha… :D Menimbang dan mengingat hasil diskusi disini, saya coba untuk menuliskannya, sebatas yang saya mampu. Mohon maaf akan bias informasinya ya ..

Buku ini disusun dari 84 artikel yang ditulis oleh orang-orang yang berbeda, yang menyimpan kenangan pribadi terhadap Bung Hatta. Baik dari keluarga, rumah tangga, rekan seperjuangan, rekan akademis sampai kepada dokter dan perawat. Karena itu, membaca buku ini menjadi begitu menarik, jauh dari kesan dokumenter kaku yang penuh dengan tanggal-menanggal. Lebih seperti membaca surat mengenai keluarga yang kita kenal. Mudah dicerna !

Kesan saya : amazing. Bung Hatta adalah standing ovation bagi negeri ini.


Baik lawan maupun kawan menaruh sikap hormat terhadap Bung Hatta.

1957, Bung Hatta berkunjung ke RRC atas undangan Pemerintah RRC. Disana, beliau dan rombongan disambut oleh ribuan rakyat RRC. Rupanya RRC masih memandang Bung Hatta sebagai the great son of his country. Terbukti dengan level penyambutan yang seharusnya diberikan kepada seorang kepala negara, dan ternyata diberikan juga kepada Bung Hatta. Bahkan, Perdana Menteri Chou En Lai sendiri yang menyambut beliau, walaupun saat itu Bung Hatta sudah tidak lagi menjabat. Dan lagi, mereka tahu bahwasanya Bung Hatta menentang prinsip-prinsip PKI dinegara Indonesia.

Begitupun halnya dengan Jepang dan Belanda, sekalipun berada pada pihak yang berseberangan, rasa hormat itu begitu nampak ditunjukkan kepada Bung Hatta.

Teguh Pada Pendirian
Karena Bung Hatta menentang ide Bung Karno untuk memasukkan unsur komunisme dalam negara, maka dengan tegas beliau meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden. Ini masuk akal, mengingat semua saran dan masukan yang diberikan tidak didengar atau dilaksanakan. Apa gunanya wakil presiden yang dianggap tidak bisa melaksanakan fungsinya ?

Yap, pelajaran moral buat kita sekarang.

Bayangin ambtenaar saat ini yang sibuk mempertahankan posisinya saat terseret masalah..

Bung Hatta Teguh Memegang Rahasia Negara

Pada waktu Oeang Repoeblik Indonesia mengalami pemotongan (tahu sendiri berapa ribu rupiah dipotong cuman menjadi sekian rupiah), Bung Hatta di komplain oleh istri dan adik iparnya. Jawab beliau :

“Yuke, seandainya Kak Hatta mengatakan terlebih dahulu kepadamu, nanti hal itu pasti akan disampaikan kepada ibumu. Lalu kalian berdua akan mempersiapkan diri, dan mungkin akan memberitahu teman-teman dekat lainnya. Itu tidak baik! Kepentingan negara tidak ada sangkut pautnya dengan usaha memupuk kepentingan keluarga. Rahasia negara tetap rahasia negara..”

{huuu.. coba bayangin seandainya hal ini menimpa kita di jaman sekarang, apalagi berurusan dengan duit..}

Bung Hatta mirip Gandhi

Sehari setelah proklamasi kemerdekaan, Bung Hatta di tanya oleh salah seorang kerabatnya yang khawatir ,”Oom, bagaimana kita menghadapi Belanda setelah Proklamasi ini? Pasti Belanda tidak begitu saja membiarkan kita merdeka. Kita tak punya senjata.”

Jawab Bung Hatta dengan penuh keyakinan, ” Ada macam-macam jalan ! Kalau perlu senjata kita adalah pemboikotan dan pemogokan !”

Manajemen Waktu
Bung Hatta terkenal sangat disiplin dalam urusan waktu. 24 jam dalam sehari bisa diaturnya dengan begitu efektif dan efisien. Sudah bukan rahasia lagi bila beliau marah pada orang yang terlambat atau tidak menepati janjinya untuk bertemu dengan beliau. Biarpun ningrat, berpangkat atau rakyat biasa, kalau telat, pasti ditolak.

Dalam hal kedisiplinan, Bung Hatta memberikan praktek yang jelas kepada anak-anaknya. Lucunya, bahkan Jonkheer, sang kucing kesayanganpun seolah paham akan disiplin waktu ini. Kapan Bung Hatta pulang kerja, mandi, makan dan seterusnya.

Lingkungan Keilmuan
Konon perpustakaaan Bung Hatta merupakan perpustakaan pribadi terlengkap dan terbesar dimasa itu. Buku-bukunya sudah mulai dikumpulkan sejak beliau berusia 19 tahun. Beliau sangat menyayangi buku dan ilmu. Dan akan marah pada orang yang kurang menghargainya, seperti melipat halaman buku ditengah-tengah proses membaca.

Honoris Causa
Walaupun beliau adalah konseptor kebijaksanaan dan filsafat perekonomian negara (khususnya pasal 33 UUD 1945), namun FE UI menolak memberikan gelar HC kepada Bung Hatta, malah FH UI yang memberikan gelar tersebut. Alasan penolakannya, seperti yang disampaikan Dekan Ali Wardhana, bahwa teori ekonomi Bung Hatta telah ketinggalan jaman. (Sebuah pembenaran yang cukup aneh). Walhasil Bung Hatta menerima gelar HC dalam disiplin ilmu hukum, bukan ekonomi !

Bung Hatta sendiri tak pernah mengetahui alasan ini. Tak ada yang sampai hati untuk mengabarkannya kepada beliau.
Bersambung

Written by dadan

5 Januari 2009 pada 01:53

Ditulis dalam Indonesia, Opini, Review Buku

Ditandai dengan ,

32 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Keingetan cerita seorang diplomat (belanda ?) yang sampe gemeteran gara-gara terlambat, padahal penyebabnya sekretarisnya salah ngasih jadwal (lol).

    Bagaimanapun tanpa mengurangi peran Soekarno, Bung Hatta ini memang salah seorang konseptor republik ini, sayang karyanya kurang dihargai oleh generasi muda sekarang (doh)

    Ditunggu lanjutannya masbro :)

    galeshka

    5 Januari 2009 at 02:21

  2. Tak heran bahwa di ujung masa orde baru, seorang Mubyarto menyatakan bahwa pemerataan ekonomi Indonesia bukan hanya kurang berhasil, tetapi gagal total. Teknokrat Soeharto bisa bilang ekonomi Bung Hatta tak relevan sih. Ditunggu lanjutannya ya. Inpiring sekali.

    Koen

    5 Januari 2009 at 06:48

  3. bakal ditunggu kelanjutan reviewnya :)

    hakim

    5 Januari 2009 at 10:54

  4. ada detail bukunya? judul? sub judul? penulis? penerbit? sekalian tempat beli mungkin :D

    devie

    5 Januari 2009 at 11:09

  5. yang gw tau soal dia.. cuma mantan wapres ama bapak koperasi.. he..he..

    Masenchipz

    5 Januari 2009 at 11:35

  6. sebagai wapres yang tak dianggap… :) amazing ya orang-orang dulu. cerita dari seputar orang dekatnya lebih memanusiakan beliau. kadang heran juga kenapa beliau ini tenggelam di sejarah negeri. mungkin di bab 10 ada ceritanya (nagih serial nih…)

    hanin

    5 Januari 2009 at 11:38

  7. hmm.. thx review nya, kang Dadan.. very good!

    one thing, saya malah jadi ilfeel kenapa beliau menentang prinsip-prinsip PKI (a.k.a komunis).. meskipun memang komunisme di sini diterapkan melenceng dari prinsip komunism yang Bung Karno maksud

    yah.. setiap orang boleh punya pendapat kan? hehe.. begitu pun Bung Hatta.

    Keep up good work, kang!

    mamisinga

    5 Januari 2009 at 12:00

  8. **baca ulang pelan-pelan**

    det

    5 Januari 2009 at 19:31

  9. lanjooott…

    fahmi!

    5 Januari 2009 at 20:37

  10. Bagus reviewnya. :-)

    Rian Xavier

    5 Januari 2009 at 22:35

  11. eh yg sampe meletakan jabatan karena ndak ingin komunis masuk ke pemerintahan itu sy baru dengar..
    wah kalo seperti ini reviewnya jadi pengen membaca bukunya…

    aRuL

    6 Januari 2009 at 01:28

  12. @galeshka @hanin @aRul:
    eh, info ini aku baru denger, ttg dubes belanda yang gemetaran gara-gara telat janjian sama bung hatta.
    justru malah peran bung hatta seringkali dibuat lupa oleh bung karno dimasa beliau masih menjabat (menurut buku ini) gara-gara itu hubungan pribadi mereka sempat retak.

    dan dimasa orba, peran bung hatta juga seolah disengaja untuk dikerdilkan oleh para penguasa orba. mungkin takut dominasi politiknya kalah, padahal sih bung hatta tenang-tenang saja

    @koen :
    wah hebat infonya ! thx atas pencerahannya

    @hakim @Masenchipz @det @fahmi! @Rian Xavier :
    mudah-mudahan dapat segera saya lanjutin

    @devie : ada diatas tuh .. :D

    @mamasinga : hehe.. ntar, aq juga belum tamat baca bukunya :D

    @all thx atas kunjungannya ya .. segera mampir lagi kemari hehe..

    dadan

    6 Januari 2009 at 01:59

  13. yg saya ingat selain bung hatta pribadi yg jujur dan sederhana, beliau juga adl bapak koperasi indonesia. kalo nggak salah, beliau begitu terpesona pd sistem koperasi negara2 skandinavia pd saat berkunjung ke sana, dan memutuskan utk menerapkan hal serupa di indonesia. seandainya saja koperasi dan UKM indonesia maju seperti negara2 eropa barat dan canada, saya pikir dlm kondisi krisis ekonomi RI akan lebih mampu bertahan

    ditunggu lanjutannya:)

    nita

    7 Januari 2009 at 07:52

  14. yah terus terang saya ga ada waktu buat baca buku biografi itu *ini juga gi baca Maryamah karpov, pas luang di kantor*..so, jd banyak tahu ttg bung hatta setelah baca reviewmu…ya silahkan dilanjut *baca bukunya, terus jgn lupa di share di sini* :)

    whisperingwind

    7 Januari 2009 at 20:53

  15. hatta…. nasionalis tulen yang siap meletakkan jabatan karena gak cocok ama presiden…. kapan bangsa indonesia punya tokoh selevel beliau lagi?

    ichanx

    8 Januari 2009 at 06:14

  16. @nita : menarik masukannya :D thx udah melengkapi ya .. insyaAlloh kalo diberi kelapangan akan saya lanjutin

    @whisperingwing : terimakasih :D

    @ichanx : bangsa ini merindukan orang sepertinya :D semoga bisa hadir lagi orang-orang selevel beliau di negeri ini… amin

    dadan

    8 Januari 2009 at 09:43

  17. wah..rasa nasionalisnya tinggi

    annosmile

    9 Januari 2009 at 13:50

  18. Tokoh yang saya kagumi dari segala aspek. Kepribadian, wawasan, pendidikan dan ethos yang gak ada duanya. Bung Hatta, kami merindukan sosok-mu.

    alris

    9 Januari 2009 at 16:11

  19. [...] 2009 Membaca buku “Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan” (seperti yang saya tulis disini), membuat saya sedikit penasaran dengan bahasa [...]

    Belajar Bahasa Belanda

    11 Januari 2009 at 19:27

  20. figur tokoh ini memang layak sebagai teladan untuk pemimpin
    menjunjung tinggi nasionalisme dan sangat bijak dalam bertindak
    salam sukses selalu

    genthokelir

    12 Januari 2009 at 01:11

  21. buat saya beliau adalah sosok yang sederhana, santun dan tegas, terlihat kepada Ibu mettia hatta

    omiyan

    12 Januari 2009 at 10:06

  22. bung hatta memang sosok putra terbaik yang pernah dimiliki negeri ini. orangnya santun dan sederhana, konsisten, jujur. karakter seperti inilah yang selama ini sulit kita temukan pada tokoh2 elite kita yang tengah berada dalam lingkaran kekuasaan. semoga peradaban negeri ini mampu melahirkan bung hatta-bung hatta yunior. salam kreatif!

    sawali tuhusetya

    12 Januari 2009 at 15:29

  23. semoga akan lahir sosok2 anak bangsa seperti beliau..

    kapan sambungannya lagi ?

    easy

    13 Januari 2009 at 16:09

  24. saya selalu lebih suka Bung Hatta dibanding Bung Karno :)

    Nike

    13 Januari 2009 at 19:08

  25. [...] komentar » Bung Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan Seperti janji saya sebelumnya, saya akan melanjutkan review buku ini. ************************************************** Stovia [...]

  26. [...] komentar » Bung Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan Seperti janji saya sebelumnya, saya akan melanjutkan review buku ini. ************************************************** Stovia [...]

  27. @annosmile, @alris, @genthokelir, @omiyan, @sawalituhusetya, @easy, @nike : tertarik untuk mengkader anak menjadi secemerlang beliau ? :D

    dadan

    14 Januari 2009 at 06:24

  28. [...] baru saja menyeleseikan review (disini dan disini) mengenai buku ini pada blog wordpress saya. Sebuah buku yang mengulas banyak mengenai [...]

  29. Mengikuti jejak tokoh2 dari masa lalu sering membuat rien miris ketika melihat kenyataan pemimpin2 kita sekrang, Mbok yao kita diberi kesempatan menemukan orang2 seperti mereka ya… diberi kesempatan memperbaiki negara kita yang rapuh ini.

    Rienayesha

    20 Januari 2009 at 11:31

  30. begitu yaa.. :d anda org minang??

    hembusankesturi

    24 Januari 2009 at 23:57

  31. @Rienayesha : amiiin aq stuju
    @hembusankesturi : bukan sih ..

    dadan

    25 Januari 2009 at 17:58

  32. ngopi ya mas! buat bacaan anakku yang SMP..hehehe

    Andy MSE

    15 Maret 2009 at 16:29


Tinggalkan Balasan